Sabtu, 12 Juni 2021

SR (14) korban pemerkosaan ayah angkatnya hingga 7 kali.Ternyata Ibu Tiri yang Paksa Korban Tidur dengan Pelaku

 Pemerkosaan dilakukan oleh ADR yang tak lain ayah angkat korban di rumahnya di Kelurahan Manoi, Kota Sorong, Papua Barat.



Namun akhirnya kasus pemerkosaan tersebut akhirnya terkuak.

Beberapa keluarga yang tak terima dengan perlakuan bejat suami istri ini akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Sorong Kota.

Diperkosa sejak 2 tahun lalu

Ternyata kasus pemerkosaan yang menimpa SR ini sudah terjadi sejak dua tahun lalu.

Naun baru terkuak usai pihak keluarga dan kuasa hukum melaporkan hal tersebut, Kamis (5/11/2020), ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Mapolres Sorong Kota.

Bripka Johni Sompotan, selaku Pejabat sementara Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Sorong Kota mengungkapkan, tim dari PPA dan Resmob dibentuk untuk melakukan pengejaran pelaku ADR.

Read more

Usai Diperkosa, Wanita Ini Malah Dibunuh Kekasihnya

 Bejat dan keji, seorang pria warga Jalan Jendral Sudirman RT 003 RW 001 Kelurahan Air Molek I Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), tega menghabisi nyawa kekasihnya setelah disetubuhi lebih awal.



Informasi dari kepolisian menerangkan pria bejat atas nama Arlan Apriadi kelahiran bulan April tahun 1990 itu  membunuh kekasihnya pakai sebilah pisau disebuah kebun karet tidak jauh dari rumah tersangka (TSK).

Akibatnya jasad korban Maria Leliyana Br Silaen (23) warga Desa Keritang Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) itu ditemukan hampir membusuk pada hari Kamis 12 November 2020 sekira pukul 07.30 Wib setelah dibunuh dan ditinggal pergi sejak, Senin (9/10) kemaren.

Kapolres Inhu AKBP Efrizal Sik melalui Paur Humas Aiptu Misran, Kamis (12/10) membenarkan TSK Arlan Apriadi telah ditahan untuk proses hukum akibat pembunuhan kepada kekasihnya, Maria.

Polisi mengetahui ada pembunuhan pada hari Senin (9/10) kemarin setelah pelaku  melaporkan dan mengakui perbuatannya ke Mapolsek Pasir Penyu di Air Molek, Kamis (12/20) sekira pukul 07.30 Wib.

Bahkan pelaku mengakui perbuatan pembunuhan yang  ia lakukan dengan cara menusuk perut korban sebanyak tiga kali setelah keduanya melakukan hubungan terlarang.

Kronologis kejadian pada hari Senin (9/10) sekira pukul 11.00 Wib korban Maria tiba kerumah orang tua pelaku di Gang Telaga Indah Desa Batu Gajah Kecamatan Pasir Penyu.

Beberapa menit di dalam rumah, pelaku mengajak korban ke kebun Karet yang dibelakang rumah lalu  melakukan hubungan badan layaknya suami istri di dekat ookok Karet.

Setelah melakukan hubungan badan korbanpun meminta uang kepada pelaku tapi pelaku tidak punya sehingga korban mencaci maki dengan mengatakan "Anjing Babi kau, adek kau lonte" sehingga korban mengambil sebilah Pisau yang telah dipersiapkan lalu menusuk perut korban dan ditinggal pergi karena pelaku memilih lari ke Kabupaten Tanah Datar Kecamatan Lintau Sumbar. 

Atas pengakuan tersebut unit Reskrim, unit Intel, Bhabinkamtibmas dan anggota shabara Polsek Pasir Penyu yang di pimpim oleh Kapolsek pasir penyu Kompol Edi Yasman, SH langsung cek TKP  melakukan pencarian korban dan barang bukti di TKP dan menemukan korban wanita didalam kebun karet sudah tidak bernyawa.

Pelaku melaporkan perbuatannya didampingi dua orang saksi Dedi Selamet warga Desa Kelawat Kecamatan Sungai Lala dan saksi Wiliam Theodorus Pakpahan warga Kelurahan Kembang Harum Air Molek Kecamatan Pasir Penyu.

Read more

ISTRI POTONG KEMALUAN SUAMI KARENA SUAMI KAWIN LAGI

 Api cemburu memang terkadang mampu berubah sebagai perilaku sadis Jika emosi sudah tidak tertahankan, mirip peristiwa pada kisah nyata ini: ketika seorang istri nekat memotong burungnya suami sebab sakit hati setelah suaminya membisu diam nikah lagi, seperti ini kah yang wajib  dilakukan seseorang istri kepada suaminya?



Hal ini terjadi sebab kecemburuannya yg sangat akbar kepada suami, ya anda jua absolut memahami . Orang bila lagi cemburu ga bisa menyeimbangkan mana yang fikiran serta mana yg perasaan, atau mampu jua di sebut menggunakan emosi sesaat yg ujung ujung nya muncullah rasa penyesalan.

Endah (49), istri yang memotong alat kelamin suaminya, Endang (51) diamankan di Polsek asal Jaya, Lampung Barat, Kamiskurang lebih pukul 20.00 WIB.

Kapolsek asal Jaya, Komisaris Ruzwa Bahri, membenarkan tentang penangkapan tersangka Endah dan  sudah diamankan di Mapolsek asal Jaya.

Menurut Ruzwa Bahri, penangkapan tersangka Endah berawal waktu ada seseorang rakyat melihat seorang perempuan   berjalan pada jalan raya daerah asal Jaya, Lampung Barat, yang ternyata adalah Endah, istri kedua Endang–korban yg kemaluannya dipotong.

Aparat keamanan yang mendengar gosip eksklusif menuju lokasi.

,,Kami amankan dia pada jalan raya ketika sedang berjalan kaki,” kata Ruzwa waktu dihubungi via telepon, Jumat

Sementara itu syarat Endang (49), rakyat Pemangku primer II, Pekon Puralaksana, Waytenong, Lampung Barat, yang kemaluannya dipotong istri keduanya, kini   berangsur membaik.

Meski begitu, polisi belum mampu memintai liputan Endang buat mendalami kasus mutilasi indera penting korban oleh istri keduanya bernama Endah (51). Endang masih shok dan  selalu menangis Bila ditanyai seputar insiden yg menimpanya. Baik ditanyai polisi, ataupun sang sanak keluarganya.

Edi (21), anak Endang berasal istri pertama, menandakan, ketika ini syarat ayahnya sudah membaik. Meskipun untuk kegiatan seperti makan dan  mandi, belum mampu dilakukan secara normal. Untuk buang air, Endang memakai selang mungil yang dipasang dokter.

“Dipasang selang buat buang air seni, semenjak Senin pagi. Pas hingga pada rumah sakit, malam harinya eksklusif dioperasi buat membersihkan wilayah kemaluannya agar tidak infeksi,” istilah Edi, Rabu

Korban dirujuk ke RS Handayani, Kotabumi, Lampung Utara, Senin  kurang lebih pukul 07.00 WIB, sehabis menerima perawatan pada Puskesmas Fajar Bulan.

Meski secara fisik berangsur baik, Endang tampaknya masih trauma atas peristiwa yang menimpanya. Jika ditanyai kronologi persoalan oleh sanak saudara perihal dilema yang berujung pemotongan ala vital tersebut, Endang akan langsung menangis sesenggukan.

Read more

Pergoki Pasangan Mesum di Kamar Mandi, Kakek di Sumbawa Ini Malah Ikut Menggagahi Korban

 Pergoki Pasangan Mesum di Kamar Mandi, Kakek di Sumbawa Ini Malah Ikut Menggagahi Korban



Sepasang kekasih berinisial AAK (14) dan DA (16), dipergoki warga saat mesum  di kamar 

mandi, Pantai Pasir Putih, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa 

Tenggara Barat (NTB).Tapi J alias Oyon (51), kakek yang memergoki pasangan ini malah 

minta imbalan. Dia ikut menyetubuhi korban berinisial DA, dalam kondisi tidak berdaya. 

J alias Oyon memaksa korban melayaninya dengan ancaman senjata tajam.Sementara 

AAK, pelaku laki-laki justru dibiarkan kabur oleh si kakek. Insiden tersebut terjadi, Rabu 

sekitar pukul 10.00 Wita.Kapolres Sumbawa Barat AKBP Herman Suriyono, 

melalui Paur Humas Ipda Eddy Soebandi menjelaskan, sebelum kejadian, AAK menjemput 

korban ke rumahnya di Kecamatan Alas.Setelah itu, dia mengantar DA ke rumah temannya  untuk mengantar tugas. 

Bukannya langsung pulang, pelaku mengajak korban ke Pantai Pasir Putih, di Kecamatan 

Poto Tano dan duduk-duduk di pantai tersebut. Selang beberapa saat, pelaku mengajak 

korban masuk ke kamar mandi. AAK mengajak korban bersetubuh layaknya suami 

istri."Saat melakukan aksi persetubuhan itu keduanya dipergoki J alias Oyon," kata Ipda.

Setelah dipergoki J alias Oyon, AAK langsung mengenakan pakaian dan melarikan diri 

meninggalkan lokasi.Sementara DA ditinggalkan di tempat itu dengan posisi terlentang, 

tidak memakai celana."Saat AAK melarikan diri korban langsung buru-buru mengenakan 

celananya," jelasnya. Saat disidik polisi, pelaku AAK masih duduk di bangku SMP. Ia 

mengakui telah  menyetubuhi korban di dalam kamar mandi tersebut. 

Si kakek waktu itu malah meminta imbalan kepada korban DA untuk bersetubuhan 

dengannya.Supaya perbuatan korban dan pacarnya tidak dilaporkan ke warga setempat. 

Saat itu, J menyuruh korban melayaninya layaknya suami istri di atas berugak di sekitar 

pantai. Korban sempat menolak, namun pelaku J mengancamnya menggunakan senjata tajam. 

"Dia menyuruh korban naik di atas berugak dan menyetubuhinya di sana," ungkap Eddy. 

Korban merasa kesakitan usai disetubuhi kedua pelaku.Sehingga  menelepon temannya dan 

dijemput di lokasi kejadian. Aksi bejat J pun tercium warga setempat dan akhirnya 

melaporkannya ke polisi. Pelaku dan korban akhirnya dibawa ke markas Polres Sumbawa 

Barat untuk diperiksa lebih lanjut. Si kakek harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Read more

Gadis Di RudalPaksa Pacar Ibunya, Terkuak Gara-gara Jarang Beli Pembalut

 Polisi telah meringkus seorang pria paruh baya berinisial KL (54) karena telah memperkosa 

gadis belia di Lubuk Baja, Batam, Kepulauan Riau. Parahnya, korban yang diperkosa KL 

adalah anak dari pacar kumpul kebonya.



kasus rudapaksa ini terungkap dari kecurigaan ibu korban. Akibar perbuatan cabulnya itu, 

korban kini mengalami depresi karena harus mengandung bayi di perutnya. Namun, kasus 

ini terkuak saat ibu korban melihat perubahan tubu dari anaknya terutama di bagian perut. 

Kecurigaan lain, korban juga tak pernah lagi membeli pembalut wanita. 

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Haris Baltasar Nasution menyebut, dari hal itu 

akhirnya sang orang tua korban mendesak anaknya untuk berkata jujur. "Biasanya anaknya 

kerap dibelikan pembalut wanita, tiap periode. Namun tidak ada akhir-akhir ini. Perut sang 

anak membesar," ucap Iptu Haris.

Ibu korban menginterogasi habis-habisan anaknya itu. Akhirnya terungkap perbuatan bejat 

KL. Ia akhirnya melapor ke polisi.Polisi akhirnya meringkus KL. Pria itu awalnya tak 

mengaku dan banyak beralibi. Namun alasannya sia-sia karena penyidik punya bukti kuat 

dan keterangan korban.

Read more

Cemburu buta Istri Gigit Kelamin Suami karena Menginap di Rumah Istri Kedua

 Seorang istri tidak bisa menahan kemarahannya ketika suaminya tidak pulang karena menginap di rumah istri kedua. Wanita asal Palembang bernama Asifa Marsela langsung menggigit ke kelamin suaminya Bashir Munir yang baru saja pulang.



Wanita yang sedang hamil itu tampaknya sudah geram sejak lama dengan kelakuan suaminya. Si istri menuduh suaminya berselingkuh hingga menikahi wanita yang kini jadi istri kedua suaminya itu.

Setelah insiden tersebut, kelamin Bashir mengalami luka parah hingga dinyatakan 'lumpuh'. Menurut ahli medis yang menangani Bashir, 'kelumpuhan' kelaminnya itu bisa memicu dia tidak lagi bisa berhubungan intim sepanjang hidupnya. 

Ahli medis menambahkan bahwa dia juga hanya bisa buang air kecil lewat kateter selamanya. Kelaminnya dinyatakan sudah tidak bisa berfungsi lagi.

"Jenisnya tidak bisa diperbaiki karena sudah lumpuh. Bashir ini tidak bisa lagi berhubungan 5eks sepanjang hidupnya," ujar Suna, ahli medis,

Istri pertamanya itu kini kabur setelah melakukan aksi brutalnya tersebut. Kini masih dalam pencarian pihak polisi.

Bashir sendiri mengatakan bahwa dia harus menginap di rumah istri keduanya karena tengah hamil. Alih-alih ingin berlaku adil, Bashir malah mendapatkan serangan tak terduga.

"Istri kedua ku tengah hamil, alasan mengapa aku tidur di sana dan baru kembali ke rumah istri pertama pada pagi harinya. Setelah melihatku dia menyerangku dan menggerogoti alat kelamin ku hingga mengeluarkan banyak air," terang Bashir.

Read more

2 Lelaki Culik Waria, Habis Diperkosa Dibuang di Jalan

 Waria itu dihadang oleh 5 orang dalam perjalanan liburan di Kota Jhang, Pakistan



Waria Pakistan itu diculik sebelum pemerkosaan terjadi. Perkosaan terjadi di sebuah rumah dekat sawah di Kamalia, Pakistan.

Pemerkosaan itu ditonton 3 orang lainnya yang merupakan teman dari 2 lelaki pemerkosa waria. Setelah diperkosa, waria itu diseret di jalan dengan menggunakan mobil. Lalu dibuang begitu saja di jalan.

Lokasi waria dibuang itu 20 kilometer dari Sahiwal dan ditemukan oleh Binyamin yang merupakan kawan sejawat.

Akhirnya, tak lama setelah peristiwa itu, polisi menangkap 5 tersangka, 2 diantaranya dicalonkan sebagai tersangka.

Butuh 1 bulan setelah didaftakan kasusnya oleh pemerintah Sahiwal untuk mendapatkan keadilan. Meski awalnya korban memaksa petugas ditrik untuk membuat FIR (First Information Report) atau Laporan Informasi pertama, karena Polisi Harappa tidak mendengarkan keluhan korban dan tidak ingin menangani kasus tersebut.

Mereka diancam akan ditarik kasusnya, jika tidak akan menerima konsekuensi. Setelah mendapatkan ancaman kematian tersebut, para wanita transgender menuntut batuan dari petugas kepolisian Sahiwal dan Inspektur Polisi Umum.

pihak berwenang pernah mendaftarkan kasus serupa terhadap 5 pelaku. 

Read more